Tenggelam di Neraka Karena Sumpah Dusta

Ada sebuah sumpah di dalam Islam yang masuk ke dalam barisan dosa besar. Sumpah tersebut disebut Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan istilah al-Yamiin al-Ghamuus, yang artinya “Sumpah yang membenamkan” atau “Sumpah yang menenggelamkan”. Disebut membenamkan sebab sumpah tersebut dapat membenamkan pelakunya ke dalam neraka. Bukan menenggelamkan ke dalam kolam, sungai, danau atau laut, namun ke dalam API NERAKA. Wal-‘iyaadzu billah.

Sumpah Ghamuus artinya sumpah bohong atau dusta yang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan untuk mengambil hak orang lain. Sumpah ini juga disebut dengan Yamiin az-Zuur, al-Yamiin al-Faajiroh, Yamiin Shobr, dll.

Di bawah ini ada beberapa hadis yang menjelaskan tentang Yamin Ghamus:

HADIS PERTAMA

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اَلْكَبَائِرُ: الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَالْيَمِيْنُ الْغَمُوْسُ

Dosa-dosa besar yaitu: menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh jiwa dan Yamiin Ghomuus. (HR. al-Bukhari)

HADIS KEDUA

عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنِ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِيْنِهِ، فَقَدْ أَوْجَبَ اللَّهُ لَهُ النَّارَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْـجَنَّةَ. فَقَالَ رَجُلٌ: وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيْرًا، يَا رَسُوْلُ اللَّهِ؟ قَالَ: وَإِنْ كَانَ قَضِيْبًا مِنْ أَرَاكٍ

Dari Abu Umamah bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang mengambil sebagian hak seorang muslim dengan sumpahnya, maka sungguh Allah telah mewajibkan baginya neraka dan mengharamkan atasnya surga.” Seseorang bertanya:”Meskipun hanya sesuatu yang sedikit, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Meskipun hanya sebesar batang kayu Arook (kayu yang biasa digunakan untuk membuat siwak). (HR. Muslim)

Pohon arook adalah sebuah pohon yang kayunya biasa digunakan untuk membuat siwak.

HADIS KETIGA

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam mengatakan:

مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِيْنِ صَبْرٍ، يَقْتَطِعُ بَهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ

Siapa yang bersumpah atas Yamiin Shobr, yang dengan sumpah itu ia mengambil sebagian harta seorang muslim, niscaya ia akan berjumpa dengan Allah sementara Allah murka kepadanya. (HR. al-Bukhari & Muslim)

HADIS KEEMPAT

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ، وَلاَ يُزَكِّيْهِمْ، وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ. -ثَلاَثًا- قَالَ أَبُوْ ذَرٍّ: خَابُوْا وَخَسِرُوْا، مَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ؟ قَالَ: الـمُسْبِلُ وَالـمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْـحَلِفِ الْكَاذِبِ

Dari Abu Dzarr, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau berkata: “Ada tiga golongan orang yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak dilihat dan tidak pula disucikan oleh-Nya, dan bagi mereka azab yang pedih. –beliau mengucapkannya sebanyak 3 kali-. Abu Dzarr berkomentar: “Sungguh kecewa dan merugi orang-orang itu, siapakah mereka wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “(Mereka adalah) orang yang Musbil (kain pakaiannya di bawah mata kaki), orang yang suka mengungkit-ungkit pemberian, dan orang yang melariskan dagangannya dengan sumpah dusta.” (HR. Muslim)

Setelah mengetahui beberapa hadis di atas yang menjelaskan begitu mengerikannya sumpah palsu atau dusta, hendaknya kita lebih berhati-hati dalam bersumpah. Jangan sampai keluar dari lisan kita sumpah dusta, khususnya untuk mengambil hak saudara kita dengan cara yang batil.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan taufik kepada kita untuk menjaga lisan kita dan diberi kemudahan untuk mensyukuri nikmat lisan, yaitu dengan menggunakannya dalam kebaikan dan ibadah, bukan dalam keburukan dan maksiat. Aamiin.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *