Nasihat Hari Raya (Bagian 2)

Telah disampaikan pada kesempatan sebelumnya beberapa nasihat hari raya. Pada tulisan ini, akan diketengahkan beberapa nasihat lainnya. Semoga ikhlas dan tulus karena Allah subhanahu wa ta’ala dan semoga bermanfaat bagi kita semua.

KELIMA: Wanita keluar rumah dengan menampakkan aurat dan mengenakan minyak wangi

Untukmu saudariku muslimah, hendaknya engkau bangga dengan pakaian yang telah dinasihatkan oleh Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dapat menjaga kehormatan dirimu. Hendaknya engkau menutupi auratmu dari pandangan laki-laki yang bukan mahram bagimu. Tutupilah tubuhmu dengan pakaian syar’i dan rambutmu dengan hijab. Karena seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali muka dan dua telapak tangan.

Dengarkanlah sejenak nasihat Rabb-mu untuk dirimu. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيْبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوْرًا رَحِيْمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. al-Ahzab: 59)

Berkenaan dengan minyak wangi bagi wanita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اِسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوْا رِيْحَهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

Wanita mana saja yang memakai minyak wangi lalu melewati suatu kaum agar mereka mencium baunya, maka ia telah berzina. (Hadis sahih riwayat Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menjaga para wanita muslimah dari berbagai macam kemaksiatan dan kerusakan.

KEENAM: Mengkhususkan ziarah kubur pada hari raya

Saudaraku, ziarah kubur merupakan ibadah mulia yang dapat melembutkan hati dan mengingatkan diri dari kematian dan kampung akhirat. Ulama menjelaskan bahwa ziarah kubur bisa dikerjakan kapan saja, tanpa mengkhususkan hari tertentu lebih mulia dan lebih afdal dari pada hari lainnya. Maka itu, kita tidak diperkenankan mengkhususkan hari-hari tertentu untuk berziarah, dengan keyakinan bahwa berziarah pada hari tersebut lebih mulia dan utama dibanding dengan hari-hari lainnya. Termasuk dalam hal ini, mengkhususkan ziarah kubur pada hari Jumat, awal Ramadan atau hari lebaran. Semua itu tidak ada petunjuknya di dalam Syariat Islam. Sekiranya hal tersebut baik, niscaya telah disampaikan oleh lisan mulia Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Syaikh al-Jibrin rahimahullah suatu ketika ditanya: “Apakah disunnahkan ziarah kubur dan mengucapkan salam kepada ahli kubur pada hari raya?” beliau menjawab: “Tidak ada dalil sahih yang mengkhususnya ziarah pada hari tersebut. Riwayat yang menganjurkan ziarah kubur pada setiap hari Jumat atau Sabtu dan bahwasanya ahli kubur mendengar para peziarah, membalas salam dan sebagainya tidak ada satu pun yang sahih. Pada dasarnya ziarah kubur disyariatkan untuk mengingat akhirat dan mendoakan si mayit tanpa ada penentuan waktu khususnya. (Fatawa fi Shalah al-‘Idain, hal. 50)

KETUJUH: Berlebih-lebihan dan bersifat boros dalam berbelanja

Saudaraku, berlebih-lebihan atau melampaui batas dan bersifat boros dalam berbelanja merupakan perkara yang diharamkan di dalam Islam. Entah itu dalam berbelanja makanan dan minuman, pakaian atau yang lainnya.

Allah subhanahu wa ta’ala telah menasihati kita agar tidak berlebih-lebihan. Firman-Nya:

وَلاَ تُسْرِفُوْا إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS. al-An’am: 141)

Sebagaimana Dia juga telah mengingatkan kita agar tidak bersifat boros. Firman-Nya:

وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا. إِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْا إِخْوَانَ الشَّيَاطِيْنِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوْرًا

Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Rabb-nya. (QS. al-Isra’: 26-27)

Tidak berhenti di situ saja saudaraku, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah mengingatkan bahwa perkara harta tidak terhenti hanya di dunia. Akan tetapi akan dimintai pertanggungjawabannya pada hari kiamat. Setiap kita akan ditanya dari mana mendapatkan harta tersebut dan untuk apa harta tersebut dibelanjakan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ …. وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ … .

Kedua kaki anak Adam tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ditanya tentang ……. (di antaranya) dan tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa dibelanjakan. (Hadis hasan riwayat at-Tirmidzi)

Maka itu, saudaraku, pandai-pandailah mengatur harta. Bukan hanya pada saat menjelang hari raya atau pada hari raya, namun juga pada hari-hari yang lainnya. Pergunakan harta tersebut dengan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang bermanfaat. Semoga diberi taufik dan dimudahkan.

 

Bersambung ke bagian akhir insyaallah….

One thought on “Nasihat Hari Raya (Bagian 2)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *