Menyambut Hasrat Untuk Bertaubat

Saudaraku, bila ada dorongan jiwa untuk bertaubat dari dosa yang pernah dilakukan, maka segeralah untuk menyambutnya. Jika keinginan itu datang, hendaknya engkau tidak menyia-nyiakannya. Sambutlah hasrat untuk bertaubat. Bersegeralah menyambutnya. Bisa jadi keinginan itu tidak akan kembali lagi untuk kedua kalinya. Sehingga engkau benar-benar terhalangi dari kebaikan yang satu ini.

Kita semua butuh ilmu tentang taubat, etika atau adab-adabnya. Maka itu pada tulisan singkat ini disampaikan seputar masalah itu. Semoga Allah memudahkan langkah baik kita dan memaafkan seluruh dosa-dosa kita.

Di antara Adab Bertaubat

  1. Ikhlas karena Allah ta’ala Yakni benar-benar mengharap wajah Allah dan keridhaan dari-Nya serta karena takut siksa-Nya. Bukan bertaubat hanya di hadapan manusia.
  2. Bertaubat dari seluruh perbuatan dosa, bukan hanya dari satu atau dua perbuatan dosa saja.
  3. Segera menyambut hasrat untuk bertaubat sebelum datang dua keadaan:
  • Pertama: Sebelum ruh sampai ke tenggorokan
  • Kedua: Sebelum matahari terbit dari barat.

Sebab bertaubat pada dua keadaan tersebut tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

  1. Bersegera bertaubat, tidak menunda-nunda hingga berumur tua, sebab kematian bisa datang kapan saja tanpa memandang usia. Selain itu, “menunda-nunda” kebaikan merupakan senjata Iblis terkutuk, janganlah engkau menggunakan senjatanya untuk membinasakan dirimu sendiri.
  2. Benar-benar menyesali perbuatan dosa yang pernah diperbuat.
  3. Menjauhkan diri dan meninggalkan perbuatan dosa.
  4. Berazam atau berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Tiga poin di atas merupakan syarat taubat nasuha, yakni taubat yang sesungguhnya.

  1. Bila perbuatan dosa berkaitan dengan kezaliman terhadap hak orang lain, maka segeralah meminta maaf kepadanya. Jika berkaitan dengan harta maka kembalikanlah harta itu, bila berkaitan dengan ghibah (menggunjing) atau namimah (mengadu domba) maka mintalah maaf kepadanya dan sebarkanlah tentang kebaikan-kebaikannya.
  2. Hendaknya bertaubat dengan hati, lisan dan anggota badan. Tidak hanya bertaubat dengan lisan namun hatinya masih menyimpan keinginan untuk bermaksiat, atau anggota tubuhnya masih terus bermaksiat. Ingat, Allah Maha Mengetahui mata yang berkhianat dan apa yang tersimpan di dalam dada manusia.
  3. Meninggalkan perbuatan dosa dan menggantinya dengan memperbanyak amal saleh. Sebab amal-amal kebaikan dapat menghapuskan keburukan dengan izin Allah ta’ala.
  4. Setelah bertaubat, berusahalah untuk menjadi lebih baik dari kondisi sebelumnya dan terus menjaga kondisi baik tersebut. Jangan lupa banyak-banyak memohon kepada Allah agar dimudahkan senantiasa istiqomah di atas agama.
  5. Hendaknya engkau menutupi perbuatan dosa yang pernah engkau kerjakan dan jangan menyebarkannya di hadapan manusia.
  6. Teruslah memperbaharui dan memperbaharui taubat lagi dengan tulus kepada Allah ta’ala.

Demikianlah beberapa poin penting seputar bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Wahai Rabb, wahai Tawwab, berilah taufik kepada hamba untuk senantiasa bertaubat kepada-Mu dan terimalah taubat hamba, sebab hamba tahu bahwa Engkau semata yang dapat menghapuskan dosa dan Engkau Maha Penerima taubat. Aamiin, Ya Rabb.

 

Referensi:

Mausuu’ah al-Aadaab al-Islaamiyyah, Abdulaziz bin Fathi as-Sayyid Nada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *