Di antara kesalahan sebagian muslim ketika berwudhu ialah boros dalam menggunakan air. Seperti membuka kran lebar-lebar hingga air yang keluar begitu banyak, atau membiarkan kran terbuka lebar sementara dia berbicara dengan kanan kirinya. Hal seperti ini jelas termasuk pemborosan air ketika berwudhu.
NABI HEMAT AIR
Ketika kita melihat hematnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam menggunakan air ketika berwudhu niscaya kita akan takjub dengan beliau.
Anas bin Malik radhiyaAllahu anhu pernah bercerita:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْتَسِلُ باِلصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ وَيَتَوَضَّأُ باِلْمُدِّ
Adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam dahulu mandi dengan satu sho’ air hingga lima mud dan berwudhu dengan satu mud. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Satu mud yaitu seukuran dua telapak tangan orang dewasa. Sedangkan satu sho’ seukuran dengan empat mud.
Dari riwayat di atas dapat diketahui bagaimana hematnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam berwudhu. Dan sebaik-baik petunjuk –dalam hal wudhu dan yang lainnya- adalah petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
AKAN ADA PADA UMAT INI
Abdullah bin Mughaffal radhiyaAllahu anhu pernah melihat anaknya berkata dalam doanya: “Ya Allah, sesugguhnya aku memohon kepadamu istana putih di sebelah kanan surga, apabila aku masuk ke dalamnya.” Lalu ia berkata: “Wahai ananda, mohonlah kepada Allah surga dan perlindungan kepada-Nya dari neraka, sesungguhya aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّهُ سَيَكُوْنُ فِي هَذِهِ الْأُمَّةِ قَوْمٌ يَعْتَدُوْنَ فِي الطَّهُوْرِ وَالدُّعَاءِ
Sesungguhnya akan ada di umat ini suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam bersuci dan berdoa. (Hadis shahih riwayat Abu Dawud)
Hendaknya kita tidak termasuk dari golongan yang disebutkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam hadisnya di atas dengan cara tidak boros dalam bersuci atau wudhu.
Dari ‘Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya, ia berkata: “Ada seorang arab baduwi datang kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu bertanya tentang wudhu kepada beliau. Lalu beliau memperlihatkan kepadanya wudhu sebanyak tiga kali tiga kali, kemudian beliau bersabda:
هَكَذَا الْوُضُوْءُ، فَمَنْ زَادَ عَلَى هَذَا فَقَدْ أَسَاءَ وَتَعَدَّى وَظَلَمَ
Demikianlah wudhu. Barang siapa yang melebihkan, maka sungguh ia telah berbuat tidak baik, melampaui batas dan berbuat zalim. (Hadis hasan riwayat an-Nasa’i)
Ulama menjelaskan, meskipun masuk dalam hitungan wudhu, tetap saja seseorang tidak diperbolehkan berlebih-lebihan dalam menggunakan air ketika wudhu. Jika berlebihan, ia akan termasuk ke dalam hadis di atas. Allahu a’lam.
Bahkan sekiranya seseorang wudhu di sungai, tetap saja dia dilarang untuk berlebih-lebihan dalam berwudhu. Abu Darda’ dan Ibnu Mas’ud berkata: “Di antara wudhu ada yang termasuk berlebih-lebihan, meskipun engkau melakukannya di sisi sungai.”
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala membimbing kita untuk meneladani wudhu Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan ibadah-ibadah beliau yang lainnya.