Allah ta’ala berfirman:
الْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلاً
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Tetapi al-Baqiyat ash-Shalihat (amalan-amalan yang kekal lagi saleh) adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (QS. al-Kahfi: 46)
Mayoritas ahli tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan al-Baqiyat ash-Shalihat (amalan-amalan yang kekal lagi shalih) dalam ayat ini adalah ucapan subhanallahu, alhamdulillah, la ilaha illallahu dan Allahu akbar. Mengucapkan keempat kalimat tersebut merupakan bentuk sedekah, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةً
Sesungguhnya setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap takbir (ucapan Allahu akbar) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan la ilaha illallah) adalah sedekah. (HR. Muslim)
Berbicara tentang empat kalimat tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan keutamaan dan keistimewaannya. Berikut ini beberapa keutamaannya:
Pertama: Paling dicintai Allah ta’ala
Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan:
أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ
Ucapan yang paling Allah cintai ada empat; subhanallahu, alhamdulillah, la ilaha illallah, dan Allahu akbar. Tidak mengapa engkau memulainya dengan yang mana saja. (HR. Muslim)
Kedua: Lebih baik dari dunia dan seisinya
Beliau bersabda:
لَأَنْ أَقُوْلَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ
Aku mengucapkan subhanallahu, alhamdulillah, la ilaha illallah dan Allahu akbar lebih aku cintai dari pada tempat terbitnya matahari (yakni dunia). (HR. Muslim)
Ketiga: Menjadi sebab dihapuskannya dosa
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مَا عَلَى الأَرْضِ رَجُلٌ يَقُولُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ إِلاَّ كُفِّرَتْ عَنْهُ ذُنُوْبُهُ وَلَوْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ
Tidaklah seorang di bumi ini mengucapkan la ilaha illallah, Allahu akbar, subhanallahu, alhamdulillah, dan la haula wa la quwwata illa billah, melainkan dosa-dosanya akan dihapus meskipun lebih banyak dari buih di lautan. (Hadis hasan. Riwayat Ahmad, at-Tirmidzi dan al-Hakim. Lihat Shahih al-Jami’, no. 5636)
Keempat: Dan cukuplah menjadi keistimewaan dan keutamaan bagi beberapa kalimat mulia tersebut, ketika kita kaum muslimin mengucapkannya setiap hari pada saat berzikir kepada Allah setiap seusai salat lima waktu dengan tata cara yang telah dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Melihat beberapa keutamaan tersebut, hendaknya kita menjadi orang-orang yang semangat untuk berdzikir dengannya. Ayo kita amalkan, sebab limpahan keutamaan telah menanti kita. Semoga diberi taufik dan dimudahkan. Aamiin.