Pada tulisan sebelumnya telah disampaikan beberapa hadis seputar Ramadan dan puasa yang tidak sahih datangnya dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Berikut ini beberapa hadis lain yang tidak sahih berkaitan dengan Ramadan dan puasa. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
KELIMA: Siapa Yang Berbuka Sehari Di Bulan Ramadhan
مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا فِي رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ وَلاَ مَرَضٍ كَانَ لَمْ يَقْضِهِ صَوْمُ الدَّهْرِ وَإِنْ صَامَهُ
Barang siapa berbuka sehari pada bulan Ramadhan tanpa udzur dan sakit, niscaya puasa sepanjang tahun tidak akan bisa menggantinya meskipun ia benar-benar melakukannya. (Riwayat al-Bukhari secara mu’allaq, Ibnu Khuzaiman, at-Tirmidzi, Abu Dawud, dll.)
Untuk penjelasan, lihat kitab Sifat Shaum Nabi karya Syaikh Ali al-Halabi dan Salim al-Hilali di akhir pembahasan. Lihat pula: Dhaiful Jami`, no. 5462.
Syaikh Ali menyatakan: Hadis ini Dha’if (lemah).
KEENAM: Ramadhan Sepanjang Tahun
لَوْ يَعْلَمُ الْعَبْدُ مَا فِي رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ أُمَّتِيْ أَنْ يَكُوْنَ رَمَضَانُ السَّنَةَ كُلَّهَا
Sekiranya seorang hamba mengetahui apa yang ada dalam bulan Ramadhan, niscaya umatku berharap sepanjang tahun Ramadhan seluruhnya. (Riwayat Ibnu Khuziamah no. 1886, Ibnul Jauzi dalam al-Maudhuat (2/188-189) dan Abu Ya’la dalam Musnadnya.)
Lihat: Sifat Shaum Nabi, hal 109, Dha’if at-Targhib wa at-Tarhib, no. 596, dll.
Derajat: Hadis maudhu’ (palsu).
KETUJUH: Seputar Doa Puasa
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Adalah Nabi dahulu apabila berbuka beliau membaca doa: Ya Allah, bagi-Mu kami berpuasa dan dengan rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah dari kami ibadah kami, karena sesungguhnya Engkau Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (Riwayat Daru Quthni dalam kitab Sunannya, Ibnu Sunni dalam A’mal al-Yaum wa al-Lailah, no. 473 dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir)
Lihat: Majalah as-Sunnah edisi Ramadhan 2010/1431, hlm. 31, Irwa’ al-Ghalil no. 919 (4/36-39), Majma’ az-Zawa`id (3/156), Zadul Ma’ad dalam Kitab Shiyam, dll.
Derajat: Hadis ini Dhaif Jiddan (sangat lemah).
Ibnul Qayyim, Ibnu Hajar al-Haitsami dan Syaikh al-Albani melemahkan hadis ini.
Riwayat lain:
بِسْمِ اللهِ، اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, bagi-Mu aku berpuasa dan atas rezeki dari-Mu aku berbuka. (Riwayat ath-Thabrani)
Lihat: al-Irwa’ no 919, al-Mu’jam ash-Shaghir, no 189.
Diriwayat lain disebutkan:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Ya Allah, bagi-Mu aku berpuasa dan atas rezeki dari-Mu aku berbuka. (Riwayat Abu Dawud dan al-Baihaqi)
Kedua riwayat di atas adalah lemah. Sehingga tidak bisa diamalkan. Wallahu a’lam.
Hadis shahih seputar pembahasan:
Ibnu Umar berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Rasulullah dahulu apabila berbuka beliau membaca: telah hilang rasa dahaga, urat-urat telah basah dan pahala akan tetap insyaAllah. (Riwayat Abu Dawud, no. 2357, an-Nasa`i, 1/66, Daru Quthni, al-Hakim, 1/422, al-Baihaqi, 4/239)
Derajat: Hasan sebagaimana ucapan ad-Daruquthni, dan disepakati oleh Syaikh al-Albani.
Semoga Allah memberikan ilmu yang bermanfaat kepada kita. Semoga ulasan singkat ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
One thought on “Hadis Lemah Seputar Ramadan & Puasa (bagian 2)”