Tidak semua doa dan permohonan yang dipanjatkan seorang muslim pasti diterima dan dikabulkan oleh Allah ta’ala. Ternyata ada beberapa gambaran permohonan yang tidak diterima alias ditolak oleh-Nya. Apa sebabnya? Berikut ini di antara jawabannya. Semoga bermanfaat.
PERTAMA: Doa Seorang yang Makanan, Minuman dan Pakaiannya Haram
Dalam hadis sahih riwayat Muslim disampaikan:
ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ، يَا رَبِّ يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ
Kemudian beliau menyebutkan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya acak-acakkan, pakaiannya berdebu, ia mengangkat kedua tangannya ke langit (seraya berseru): Ya Rabb, ya Rabb, namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya juga haram, ia tumbuh dengan yang haram, maka bagaimana doanya akan dikabulkan?! (HR. Muslim)
Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk mencari rezeki dengan cara yang dihalalkan oleh Syariat. Sekiranya yang engkau makan dari hasil usaha halal maka daging yang tumbuh di dalam dirimu adalah baik. Jika dari hasil usaha haram, maka ini adalah keburukan dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam dengan neraka. Wal ‘iyadzu billah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ جَسَدٌ غُذِّيَ بِالْحَرَامِ
Tidak akan masuk surga tubuh yang tumbuh dari makanan yang haram. (Lihat: Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah No. 2609)
KEDUA: Doa Hati yang Lalai dan Tidak Khusyuk
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اُدْعُوْا اللَّهَ تَعَالَى وَأَنْتُمْ مُوْقِنُوْنَ بِاْلإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيْبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ
Berdoalah kepada Allah ta’ala dalam keadaan yakin doa akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan menerima doa dari hati yang lalai lagi kosong. (Lihat: Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah karya Syaikh al-Albani No. 594)
Bila seseorang ingin doanya dikabulkan oleh Allah ta’ala hendaknya ia khusyuk di dalam doanya. Hendaknya fokus dan menghadirkan hati serta yakin akan diterimanya doa tersebut oleh Allah ta’ala.
KETIGA: Doa Orang yang Tergesa-Gesa Mengharapkan Diterimanya Doa
Dalam sebuah riwayat disebutkan:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: يُسْتَجَابُ ِلأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُوْلُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِيْ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Doa seorang dari kalian akan diijabai selama ia tidak tergesa-gesa, ia berkata: ‘aku sudah berdoa tapi tidak juga dikabulkan.” (HR. al-Bukhari)
Dalam riwayat Muslim disebutkan dengan beberapa lafal, di antaranya:
لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ. قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللَّهِ مَا اْلاسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: يَقُوْلُ: قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيْبُ لِيْ فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ
Doa seorang hamba senantiasa dikabulkan selama tidak berdoa dengan perbuatan dosa atau memutuskan silaturahmi selama ia juga tidak tergesa-gesa. Ada yang berkata: Wahai Rasulullah, apa maksud terburu-buru? Beliau menjawab: ia berkata; ‘sungguh aku telah berdoa, sungguh aku telah berdoa, tapi aku tidak melihat Dia mengabulkan doaku,’ lalu ia berputus asa dan meninggalkan doa. (HR. Muslim)
Dari hadis di atas dapat kita ketahui, bahwa tergasa-gesa dalam berdoa dapat membawa kepada sifat yang begitu buruk, yaitu berputus asa. Selain itu, juga dapat mendorong seseorang meninggalkan doa. Sedangkan sikap yang baik, semestinya seorang terus berdoa, sebab itu tugasnya. Adapun pengabulan doa, hendanya ia serahkan sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sebab Allah Maha tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk diri kita. Bisa jadi apa yang kita inginkan tidak baik bagi kita. Adapun pilihan Allah pasti baik untuk kita.
KEEMPAT: Permohonan yang Mengandung Dosa
KELIMA: Doa untuk Memutuskan Silaturahmi
Berkaitan dengan poin ke-4 dan ke-5 tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُوْ بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيْهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيْعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِيْ اْلآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهَا
Tidaklah seorang muslim berdoa dengan sebuah doa yang tidak berisi perbuatan dosa atau memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga hal berikut; akan segera dikabulkan, akan dijadikan simpanan baginya di akhirat kelak, atau akan dijauhkan darinya keburukan yang setimpal dengan doa tersebut. (Hadis sahih riwayat Ahmad)
Contoh doa yang mengandung dosa: Seperti seorang yang memohon agar dimudahkan mencuri, menipu, membunuh orang, berzina, menang berjudi, dan lain sebagainya.
Contoh doa untuk memutuskan silaturahmi: Seperti seorang yang berdoa agar dijauhkan dari karib kerabatnya, agar dipisahkan dengan saudara kandungnya, dan sebagainya.
Penting juga untuk dipahami bahwa Allah mengabulkan doa dengan salah satu dari tiga cara yang disebutkan pada hadis di atas, yaitu:
- Segera dikabulkan di dunia
- Dijadikan sebagai simpanan baginya di akhirat kelak, atau
- Dijauhkan dari keburukan yang setimpal dengan doa tersebut. Allahu a’lam.
Semoga kita dimudahkan untuk menghindari beberapa sifat tersebut dan semoga Allah mengabulkan doa-doa baik kita. Aamiin.