“Ajian Pagar Diri”

Di dalam Islam tidak ada istilah jimat atau ajian pagar diri guna melindungi diri dari hal-hal membahayakan yang dilakukan dengan cara-cara yang sangat bertentangan dengan syariat. Seperti dengan menggunakan:

  1. Jimat yang diikat di bagian tubuh tertentu
  2. Jampi-jampi yang mengandung kesyirikan
  3. Rajah keselamatan dan perlindungan, dll.

Kesemua itu diharamkan di dalam Islam dengan alasan:

  1. Merupakan kemaksiatan yang sangat bertentangan dengan Syariat Islam
  2. Mengandung kesyirikan
  3. Sampai kepada derajat kekafiran, dll.

Cara Syar’i

Apabila seorang dari kita ingin mendapatkan penjagaan dari Allah subhanahu wa ta’ala dari berbagai kejahatan makhluk-Nya, hendaknya ia berpaling dari cara-cara yang diharamkan. Sebagai solusinya, ia bisa mengamalkan cara-cara syar’i yang telah dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berikut ini kami sebutkan secara singkat beberapa cara untuk mendapatkan perlindungan dan penjagaan Allah ta’ala dari berbagai macam kejahatan makhluk-Nya; dari golongan jin maupun manusia:

  1. Secara umum menjaga batasan-batasan Allah, menjaga perintah-perintah Allah dengan cara mengamalkannya dan menjaga larangan-larangan Allah dengan cara menjauhinya dan meninggalkannya.
  2. Senantiasa mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala.
  3. Menjaga ibadah-ibadah yang wajib, lalu menjaga amalan-amalan sunnah.
  4. Merutinkan membaca al-Quran setiap hari.
  5. Merutinkan zikir pagi dan petang.
  6. Membaca zikir masuk rumah dan keluar rumah.
  7. Membaca zikir-zikir sebelum tidur dan bangun tidur.
  8. Membaca zikir sebelum makan dan setelahnya.
  9. Membaca zikir masuk WC dan keluar darinya.
  10. Memperbanyak zikir kepada Allah di setiap waktu dengan zikir-zikir mutlak (yang tidak terikat dengan waktu).
  11. Memohon/berdoa kepada Allah agar diberikan perlindungan dari kejahatan makhluk-Nya.
  12. Membaca doa khusus ketika singgah di suatu tempat.

Itulah beberapa cara syar’i untuk melindungi diri dari berbagai macam hal buruk dan jahat yang tidak diinginkan. Kesemua zikir tersebut bisa ditemukan disebuah buku zikir kecil yang berjudul Hisnul Muslim karya Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani. [Untuk download silakan klik di sini: http://www.binwahaf.com]

Bagi yang belum memiliki buku tersebut silakan membelinya, atau bisa men-download via play-store atau link lainnya, kemudian silakan dibaca dan dirutinkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi yang sudah memilikinya, semoga dimudahkan untuk rutin mempelajari dan mengamalkannya.

Bila Sudah Berusaha

Sangat penting untuk diketahui dan diyakini, bahwa seorang yang sudah berusaha membentengi diri dengan cara syar’i, ia tetap bisa terkena keburukan dan kejahatan. Selama hidup di dunia, ia tidak bisa lepas dari dua hal yang terus menyertainya; kebaikan dan keburukan (kejahatan). Terkadang ia mendapatkan nikmat, namun adakalanya ia mendapatkan mudarat, dan semua itu tidak lepas dari takdir Allah subhanahu wa ta’ala. Apa yang pasti menimpa kita maka tidak akan luput dari kita. Apa yang luput dari kita, selamanya tidak akan bisa menimpa kita.

Para Nabi ‘alaihimus-sholatu wassalam, mereka semua dapat tertimpa keburukan dan kejahatan dari musuh-musuh Allah, padahal mereka adalah manusia-manusia pilihan dan terbaik yang ada di atas muka bumi ini. Demikian pula dengan Para Sahabat radhiyaAllahu anhum yang merupakan generasi terbaik umat ini. Bila hal tersebut dapat menimpa mereka, tentu saja dapat menimpa diri kita yang buka siapa-siapa, yang hanya manusia biasa. Sungguh aneh bila seorang berusaha berlari dari hal-hal yang pasti terjadi, apalagi dengan cara-cara yang tidak syar’i.

Sikap Muslim

Bila keburukan atau kejahatan menimpa, sikap terpuji seorang muslim adalah bersabar atasnya.  Hendaknya ia pun ber-ihtisab (mengharap pahala) dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ia harus yakin bahwa setiap musibah yang menimpanya pasti banyak terdapat hikmah dan pelajaran darinya; baik ia ketahui maupun tidak. Bila ia bersikap demikian, maka akan tumbuh kelapangan, kenyamanan, ketenangan dan ketentraman di dalam dirinya. Dengan izin Allah pun ia akan mendapatkan limpahan pahala.

Semoga Allah azza wa jalla senantiasa memberikan perlindungan kepada kita dari beragam kejahatan makhluk-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *