Ada orang yang tampak sakit, tapi sebenarnya ia sehat, bahkan sangat sehat. Sebaliknya, ada orang yang terlihat bugar dan kuat, namun hakikatnya ia sakit, bahkan sangat parah sakitnya. Kok bisa? Bagaimana penjelasannya? Berikut ini penjelasannya.
SAKIT TAPI SEHAT
Adapun orang yang sakit tapi sehat adalah orang yang sakit pada raganya, tapi tidak untuk imannya. Ia sakit fisiknya, tapi hatinya seakan berada di tengah taman penuh bunga. Ia terbaring lemah di atas kasur, namun hatinya makmur dengan ketabahan dan kesabaran. Lisannya pun terhiasi oleh lezatnya zikir dan doa kepada Allah ta’ala. Lubuk hatinya terhiasi oleh takawal kepada Allah subhanahu wa ta’ala, rasa harap akan rahmat-Nya dan takut dari siksa-Nya.
Orang seperti ini, meski lahirnya sakit, namun batinnya sehat, bahkan sangat sehat. Hatinya penuh dengan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
SEHAT TAPI SAKIT
Sedangkan orang yang sehat namun hakikatnya sakit, bahkan bisa jadi sangat sakit, yaitu orang yang raganya sehat. Ia dapat berjalan di atas muka bumi dengan begitu gagahnya. Ia berbicara dengan begitu lancarnya. Tenaganya pun amat kuat. Akan tetapi hatinya tidak terhiasi oleh benih-benih keimanan. Rohaninya tidak tersentuh oleh indahnya kalam ar-Rahman. Dahinya pun jauh dari tunduk kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Hamba seperti ini memiliki limpahan harta. Ringan untuk melakukan urusan dunia. Namun tidak demikian untuk urusan agama. Tenaganya begitu kuat untuk berjalan kesana-kemari. Namun menjadi begitu berat untuk menuju rumah Ilahi. Begitu mudah ia menghabiskan pulsa dan paket internet untuk berbicara dengan non mahrom yang belum halal baginya. Namun menjadi sangat berat untuk menghubungi orang tua yang ia wajib berbakti kepadanya.
Titel sudah sarjana. Bisa jadi sampai S3. Rumah mewah ada beberapa. Villa tentu saja dipunya. Kendaraan roda empat ada dua. Uang di rekening nol-nya lebih dari 8 angka. Kartu gesek lebih dari tiga. Hidangan di meja makan dan kulkas melimpah jumlahnya. Tumpukan pakaian mahal tertata rapi di lemari bajunya. Koleksi perhiasan mahal ratusan juta nilainya.
Raga hamba ini sehat luar biasa. Ia kuat berlari beberapa jam lamanya. Akan tetapi, jari-jemarinya kaku ketika berzikir kepada Allah ta’ala. Dahinya terbiasa jauh dari sajadah atau alas sujud lainnya. Kakinya berat menuju rumah Allah azza wa jalla. Lidahnya juga kelu ketika membaca firman-Nya. Harta melimpah miliknya tak kan jatuh ke tangan kurus orang-orang miskin dan papa. Dunia berada dalam genggaman tangannya, namun akhirat ia buang jauh entah kemana. Orang seperti ini terlihat bugar, sehat dan kuat, namun hakikatnya ia sakit, bahkan sangat parah sakitnya. Terbelakak besar kedua bola matanya, namun gelap dan buta matahati-nya.
Firman-Nya azza wa jalla:
فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِي فِي الصُّدُوْرِ
Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada. (QS. al-Hajj: 46)
SEMOGA SAJA
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa memberikan taufik kepada kita, menjaga kesehatan jiwa dan raga kita, memudahkan bagi kita untuk istiqomah di atas agama dan mengaruniakan husnul khotimah sebagai penutup usia. Aamiin, Ya Rabb.